1. Tujuan
Agar mahasiswa mampu mendesain dan mengimplementasikan system komputer yang interaktif, memahamisebuah system yang bertopeng antarmuka (interface), mahasiswa dapat menyelesaikan trouble, mahasiswa dapat memahami dialog anatar user dengan computer dengan berbagai macam jenis dialog.
2. Pendahuluan
- Pemodelan kognitif memperkirakan pikir dan reaksi.
- Model kognitif adalah sebuah model yang di rancang dari cara kerja user,untuk mengetahui bagaimana user akan berinteraksi dengan interface.
- Model kognitif adalah model yang berhubungan dengan sistem interaktif dimana akan memodelkan aspek pengguna, seperti pemahaman, tujuan dan pemrosesan.
- Model kognitif mempunyai beragam dalam level representasi : rencana dan pemecahan masalah tingkat tinggi, sampai ke aksi motorik tingkat rendah (mis: keypress)
3. Pemodelan Kognitif
- MHP (Model Human Processor)
- GOMS (Goals, Operators, Methods and Selections)
- CCT (Cognitive Complexity Theory)
- KLM (Keystroke Level Model)
4. Model Human Processor (MHP)
Dari Card,Moran, dan Newell (1980an) adalah model yang menganggap manusia sebagai sistem pemrosesan informasi.
Komponen MHP:
- Kumpulan memori dan pemrosesan bersama
- Kumpulan Prinsip Operasi
- Model diskrit dan berurutan
- Setiap tahapan mempunyai karakteristik waktu (tambahkan waktu tiap tahapan untuk memperoleh total waktu kerja)
5. Model Kognitif – Sistem Persepsi
- Terdiri atas banyak sensor dan memori pendukung.
- Memori terpenting adalah pada penyimpanan visual dan audio image
- Menunda output sistem sensor ketika sedang dikodekan (simbolik)
6. Model Kognitif- Sistem Kognitif
- Menerima kode-kode simbolik (informasi) dari penyimpanan sensor image pada memori kerja-nya.
- Menggunakannya dengan informasi (yang telah tersimpan sebelumnya) pada long term memory untuk memutuskan aksi/respon.
7. Model Kognitif- Sistem Motorik
- Masing-masing memiliki prosessor dan memori
- Isi memori kerja menyulut aksi yang tersimpan dalam long-term memory
- Menjalankan response yang sesuai
8. GOMS (Goals, Operators, Methods, Selection)
- Goal / Tujuan : status terakhir yang ingin dicapai, kemudian uraikan dalam sub tujuan.
- Operator : aksi pada tingkat paling rendah, terdiri atas tindakan dasar yang harus dilakukan user dalam menggunakan sistem (untuk menjalankan suatu kegiatan).
- misal: press key, drag mouse, memindahkan pointer
- Methods: urutan operator (prosedur) untuk menuntaskan suatu tujuan (satu atau lebih).contoh: Memilih kalimat gerakkan mouse ke awal kata, press mouse, tarik ke akhir kata, lepaskan mouse
- Selection Rules: merupakan pilihan terhadap metode yang ada. Secara umum bergantung kepada user dengan melihat kebutuhan, kondisi sistem dan detail tujuan.
Contoh : dapat menghapus sebuah kata baik dengan cara ctrl-X ataupun melalui menu tertentu.
8.1. Analisis Goms
- Terdiri dari satu tujuan tingkat tinggi yang di dekomposisi menjadi deretan unit tugas (task).
- Kemudian di dekomposisi lagi sampai pada level operator dasar.
- Dekomposisi tujuan dan unit memerlukan pemahaman terhadap strategi pemecahan masalah oleh user dan domain aplikasi secara detail.
8.2. Manfaat-Manfaat Goms
- Analisis struktur tujuan GOMS digunakan untuk mengukur kinerja
- Kedalaman tumpukan struktur tujuan digunakan untuk meng-estimasi kebutuhan memori jangka pendek.
- Pemilihan dapat diuji keakuratannya dengan jejak user dan perubahan respons.
- Mendeskripsikan bagaimana seorang user yang ahli melakukan pekerjaannya.
9 Cognitive Complexity Theory (CCT)
Cognitive Complexity Theory (CCT)
- Diperkenalkan oleh Kieras dan Polson.
- Merupakan perluasan dari GOMS.
- Mengandung banyak prediksi / kemungkinan
Dua Deskripsi Paralel Pada CCT
- User goal : berhubungan dengan aturan produksi. aturannya berbentuk “IF kondisi THEN aksi” dan dipisahkan antara aturan untuk pemula dan yang sudah ahli.
- System atau device : berhubungan dengan jaringan transisi tergeneralisasi yang sangat detail. Terdapat deskripsi yang luas dan jaringan transisinya mencakup semua model dialog.
CCT State (kondisi)
- Adalah pernyataan tentang isi memori kerja.
- Jika kondisi bernilai benar, maka aturan produksi dijalankan.
- Aksi dapat terdiri dari satu atau lebih aksi elementer yang mungkin mengubah memori kerja atau berupa aksi eksternal seperti keystroke.
Masalah Pada CCT
- Semakin detail deskripsinya, ukuran deskripsi dari satu bagian interface dapat menjadi sangat besar.
- Pemilihan notasi yang digunakan. Kapan akan menggunakan notasi tertentu yang menjadi suatu hal yang penting
- Merupakan engineering tool (alat rekayasa) dengan pengukuran kemudahan untuk dipelajari (learnability) dan tingkat kesulitan (difficulty) secara garis besar, digabung dengan deskripsi detail perilaku user.
10. KLM (Keystroke Level Model)
- KLM ditujukan untuk suatu unit tugas dalam interaksi, misalnya, eksekusi dari beberapa perintah sederhana yang tidak lebih dari 20 detik. Contohnya adalah perintah search and replace, atau mengubah jenis huruf (font) dari suatu kata.
- KLM mengasumsikan bahwa suatu tugas yang kompleks harus sudah di pecah-pecah menjadi tugas yang lebih sederhana (seperti dalam GOMS) sebelum user berupaya untuk mengekspresikannya dalam suatu model.
Model KLM
K = keystroke, berupa penekanan tombol keyboard, termasuk tombol shift dan tombol-tombol lainnya.
B = berupa penekanan tombol mouse (mouse button)
P = pointing, menggerakkan mouse (atau device lain) ke suatu target lokasi
H = homing, perpindahan tangan dari mouse dan keyboard
D = drawing, menggambar garis dengan menggunakan mouse
M = mental, persiapan pemikiran untuk menyelesaikan suatu aksi fisik
R = system response, yang bisa diabaikan jika user tidak perlu menunggu penyelesaiandari suatu tugas, seperti dalam mengcopy satu karakter.
Rangkuman
Pemodela ognitif memperkirakan piker dan reaksi, model kognitif adalah model yang berhubungan dengan system interaktif dimana akan memodlkan aspek pengguna. Beberapamodel kognitif seperti, Model Human Processor, Goals, Operators Methods and Selection, Cognitive Complexity Theory dan Keystroke Level Model.
Goal Operators Methods Selection (GOMS) memiliki tujuan status terakhir yang ingin dicapai kemudian diuraikan dalam sub tujuan. Beberapa manfaat dari Goal Operators Methods Selection (GOMS), Analisis struktur tujuan, kedalaman tumpukan struktur tujuan, pemilihan dapat diuji keakuratan, mendeskripsikan bagaimana seorang user yang ahli melakukan pekerjaannya.
Cognitive Complexity Theory (CCT) adalah merupakan perluasan dari Goal Operators Methods Selection dan mengandung banyak prediksi atau kemungkinan.
Keystroke Level Model (KLM) ditujukan untuk suatu unit tugas dalam interaksi, misalnya, eksekusi dari beberapa perintah sederhana yang tidak lebih dari 20 detik, mengasumsikan bahwa suatu tugas yang kompleks harus sudah di pecah-pecah menjadi tugas yang lebih sederhana (seperti dalam GOMS) sebelum user berupaya untuk mengekspresikannya dalam suatu model

Tidak ada komentar:
Posting Komentar